Sunday, September 09, 2012

el to the ow to the vi to the i

<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar. aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya? Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri? Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.” Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu. Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini, di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan… aku takut sendirian. **

Saturday, September 08, 2012

noneun!

bagaimana dua orang bisa bertemu dan jatuh cinta ? bagaimana dua orang bisa bertemu memang aneh, absurd, kompleks. ga ada yang tahu pasti kapan soulmate bisa datang. pada kehidupan nyata bertemu 'the one' sangatlah sangat sangat susah. jangan kan untuk pacaran untuk kenalan aja sekarang susah nya minta ampun. tapi, begitu ketemu, kemungkinan besar kita tahu bahwa kita telah menemukan orang yang tepat untuk di pacari hahahahaha gue  suka banget dengerin cerita cerita tentang bagaimana orang pertama kali bertemu, cerita untuk di bagi ke anak-cucu :-) cerita bagaimana sepasang kekasih bertemu selalu jadi hal menarik untuk di dengarkan hixhixhix. bagaimana semesta bisa berkonspirasi sampe dua orang bisa 'actually' ketemu memang mendekati keajaban :') 'hey we should meet again,and talk about life' itu kata kata yang mau banget gue sampein ke dia. gue menyebut ini semua sebagai sebuah cosmolgical coincidence, atau kebetulan kosmos, kebetulan yang dirancang oleh alam semesta. semesta telah mengatur pertemuan kita. lebih jauh lagi, gue ga pernah percaya sama yang namanya kebetulan, gue lebih percaya sama pertemuan yang di rencanaakan secara diam-diam hahahaha. masing-masing dari kita itu pasti punya garis kehidupan yang udah di gambarin dari sana nya (apasih ngomomgin garis -_-). dan yaaaaa, masing-masing dari kita, kalau di iznkan akan saling bersinggungan. tidak seperti burung 'lovebids' manusia adalah spesies yang aneh. kebanyakan dari kita pasti pernah ngerasain putus kan ? pacaran pada dasaranya punya resiko: ngambek, marah, dan akhirnya di selingkuhin, terus patah hati...... tapi kita sebaga manusia tetep aja masih mau pacaran. karena kita, seperti belalang, tahu bahwa untuk mencintai seseorang, butuh keberanian(ke-be-ra-ni-an) pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. yak mereka cuma bisa mendoakan... setelah capek berharap :') pengharapan yang ada dari awal ketemu, yang tumbuh dari mulai kecil banget, sampe makin lama makin gede (besar), terus, semakin lama semakin jauh sukanya... dan yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya harus bisa nerima. orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa pada kenyataan nya, terkadang beda sama apa yang kita inginkan, terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan (me-re-la-kan). orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian. cara paling mudah untuk tahu apakah kita cocok atau tidak dengan dia adalah.... ketika kita merasa lupa waktu kalo lagi ngobrol sama doi. dan gue juga tahu kalo satu kalimat yang di tulis oleh seseorang itu bisa bikin kita ga bisa tidur semalemannnnnnnnnnnn...

❤❤❤❤❤


내게 사랑해 :--)

Thursday, September 06, 2012






ku bahagia kau telah terlahir di dunia, dan kau ada diantara milyaran manusia dan ku bisa dengan radarku menemukanmu...........😍😘🐱❤

Saturday, September 01, 2012

<>

bener bener ini anak minta gue gigit gigit -_____________________________________________-